JAGUARPOST.COM || PEKANBARU — Meskipun sempat dihebohkan melalui pemberitaan sebelumnya, armada dari gudang ekspedisi Elisa milik Sitohang dengan kapasitas bernotase besar tetap melakukan aktivitas menggunakan Jalan masyarakat.
Dari pantauan tim media dilapangan, Kamis malam (5/3/26) tampak mobil bernotase besar lagi melakukan bongkar muat didalam gudang ekspedisi Sitohang.
Pembangkangan yang dilakukan pihak ekspedisi menjadi atensi tim media untuk terus melakukan tindakan dengan mendesak instansi terkait agar mengambil sikap tegas guna kepentingan masyarakat banyak.
Atas aktivitas yang masih berjalan tanpa adanya melangsir barang dengan menggunakan kendaran kecil, kuat dugaan dinas perhubungan kota pekanbaru tutup mata, dan disinyalir adanya dugaan kongkalikong dengan pengusaha ekspedisi.
Diketahui, seluruh perusahaan yang menggunakan kendaraan bernotase besar telah diberi himbauan oleh kecamatan untuk mentaati aturan yang berlaku, hanya gudang ekspedisi Elisa milik Sitohang yang pembangkang tidak mentaati aturan.
Kabid Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRL) Dishub Kota Pekanbaru adalah Octa Nahuway, SH dikonfirmasi mengatakan, Saya sudah kesana bersama anggota. Dan nggak ada masalah bahkan 2 jam di sana tidak ada aktivitas.
Ditambahkannya, telah memberi Arahan untuk tidak beroperasi di jam aktivitas masyarakat serta batasi kendaraan bermuatan berat.
Selanjutnya Plt Kadishub Kota Pekanbaru, Maskur Tarmizi, sampai berita ini terbit belum memberi jawaban apapun seakan memilih bungkam saat dimintai konfirmasinya.
Ketua BASMI Riau, Fadli menanggapi hal itu, dikatakannya, jika seluruh pengusaha di wilayah kecamatan telah diberi himbauan oleh kecamatan dan mentaati aturan yang berlaku, namun ada apa dengan perusahaan ekspedisi milik Elisa milik Sitohang sampai tidak mengindahkan himbauan tersebut.
Jika Perusahaan tidak mengindahkan himbauan dari pemerintah terkait kendaraan bernotase besar dengan menggunakan jalan pemukiman masyarakat, Dinas perhubungan wajib mengambil tindakan tegas.
Dalam hal ini, jika perusahaan tetap membandel dan mengabaikan aturan yang berlaku, artinya tidak adanya ketegasan atau teguran, kuat dugaan adanya permainan antara Dishub Pekanbaru dengan pihak perusahaan,” ucapnya.
Jika hal ini betul adanya permainan atau kongkalikong dengan pihak perusahaan, kita akan surati Walikota Pekanbaru agar segera mengambil langkah tegas terhadap dinas perhubungan kota Pekanbaru.
Dimana aktivitas yang dilakukan kendaraan perusahaan Ekspedisi Elisa milik Sitohang ini sangat merugikan masyarakat banyak dalam hal jalan pemukiman yang tidak akan tahan lama.
Untuk itu kepada dinas terkait, diminta utamakan kepentingan masyarakat, jangan pernah ada main mata dengan pihak perusahaan untuk mencari keuntungan, untuk kepentingan masyarakat kita dari BASMI Riau tidak main-main,” tegasnya. (Zha)


