JAGUARPOST.COM || Pekanbaru —Suasana di Komplek Perkantoran Tenayan Raya mendadak riuh ketika Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho berdialog langsung dengan ratusan pegawai kontrak atau Tenaga Harian Lepas (THL) dari Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru.
Dalam pertemuan yang digelar Senin (21/7/2025) itu, satu per satu suara dari barisan pegawai muncul, mengungkap realita mengejutkan di balik proses penerimaan tenaga kontrak di rumah sakit milik Pemko Pekanbaru tersebut.
“Saya sudah bekerja sejak Juli 2023. Masuk ke RSD Madani setelah setor Rp35 juta,” ucap seorang THL saat sesi tanya jawab. Pernyataan itu langsung disambung rekan lainnya yang mengaku hal serupa. “Saya juga Rp35 juta,” katanya lirih.
Nominal yang disampaikan tidak berhenti di situ. Ada pula yang menyebut telah membayar hingga Rp50 juta demi bisa masuk dan bekerja sebagai THL. Keluhan mereka bukan soal kontrak kerja yang tidak diperpanjang, tapi lebih pada kecewa karena telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar dan kini harus dirumahkan begitu saja.
Wali Kota (Wako) Agung Nugroho tidak tinggal diam. Ia menyampaikan bahwa laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku. Menurut data dari BKPSDM Kota Pekanbaru, lebih dari 200 pegawai tidak lagi diperpanjang masa kontraknya.
Namun, dalam pandangan Agung Nugroho, yang menjadi sorotan bukanlah pemutusan kontrak itu sendiri, melainkan praktik pungli yang dilaporkan para pegawai.
“Mereka datang bukan karena keberatan kontraknya tidak diperpanjang, tapi karena merasa sudah bayar dan ingin kejelasan. Ini serius. Kami serahkan ke pihak kepolisian,” tegas Agung.
Tak berhenti di lingkup RSD Madani, orang nomor satu di Kota Bertuah itu juga menyatakan akan melakukan pendataan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain, yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar hingga kantor kelurahan.
Agung menegaskan dirinya tidak pernah berniat memecat siapa pun. Ia justru menginginkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Saya ingin memperkuat ekonomi dan daya beli. Bukan menambah pengangguran,” tutupnya.
(**Rls/Lo)


