JAGUARPOST.COM || SURAKARTA (SOLO) — Beberapa Masyarakat Provinsi Riau dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini sebenarnya Kecewa Berat dengan aturan main yang diterapkan oleh para Tim PASPAMPRES yang menjaga Presiden ke-7 Republik Indonesia.
Kekecewaan yang dimaksud langsung disampaikan oleh Larshen Yunus, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Rakyat Prabowo Gibran sekaligus Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau.
Bukan hanya Larshen Yunus saja, Kekecewaan yang sama juga dirasakan oleh Pendeta Manser Sagala S.Th M.Th, Ustadz Abdul Rahman Lubis S.Ag, Pendeta Jonson Silitonga S.Th dan Asisten Ustadz asal Riau, Fadli Akbar alias Babe.
Kekecewaan seperti itu ternyata bermuara kepada adanya Desakan untuk dilakukan Evaluasi dan Sanksi Tegas terhadap Oknum PASPAMPRES yang dimaksud.
Gelombang Kekecewaan Masyarakat Provinsi Riau dan Sulut terhadap pola Pola Pengamanan saat agenda kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, terus menjadi perbincangan publik.
Banyak Warga mengaku sangat kecewa karena tidak diberi ruang yang cukup untuk bertemu dan berbincang secara langsung dengan sosok yang selama ini mereka kagumi.
Situasi tersebut turut mendapat sorotan tajam dari Ketua Umum DPP Gabungan Rakyat Prabowo Gibran sekaligus Ketua DPD I, KNPI Provinsi Riau.
Sejumlah oknum Tim Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menunjukkan sikap Arogan dan sikap yang sangat kurang menghargai Antusiasme Masyarakat.
Menurut Larshen Yunus, masyarakat yang datang rela mengantre sejak pagi hanya ingin menyapa, bersalaman dan berbicara secara langsung dengan Presiden ke-7 RI tersebut.
Namun yang terjadi di Lapangan justru dinilai jauh dari harapan.
“Kalau hanya sekedar untuk foto-foto dan dikasih kaos seperti ini, untuk apa? Rakyat jangan dibodohi dengan pola-pola Tim Paspampres yang norak seperti itu.
Rakyat sengaja dibuat bingung dengan antrean panjang dan aturan yang macam-macam seperti itu,” ujar Larshen Yunus kepada awak media, Kamis (21/5/2026).
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Lulusan Kampus Universitas Riau (UNRI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu menegaskan lagi, bahwa Pola Pengamanan yang diterapkan semestinya, tidak sampai menciptakan jarak emosional antara Tokoh Nasional dengan masyarakat yang ingin menyampaikan Aspirasi maupun Rasa Hormatnya secara langsung.
Larshen Yunus, Pendeta Manser Sagala, Ustadz Abdul Rahman Lubisi, Pendeta Jonson Silitonga dan Calon Ustadz, Fadli Akbar bahkan terpaksa meminta sekaligus menegaskan, agar oknum-oknum pengamanan yang dinilai arogan segera dievaluasi dan diberikan Sanksi Tegas apabila terbukti bertindak berlebihan terhadap masyarakat.
“Kami meminta agar Tim Paspampres yang Arogan seperti itu segera diberi sanksi tegas, karena telah nyata-nyata membatasi masyarakat dengan Presiden ke-7 RI, Ir. H. Joko Widodo,” tegasnya.
Relawan Prabowo Gibran Pusat dan Ketua KNPI itu juga Mengkritik Keras aturan-aturan yang dinilai terlalu berlebihan, norak dan tidak mencerminkan Pelayanan Publik yang baik dan benar kepada masyarakat.
“Kok Norak sekali aturan main yang diterapkan Tim Paspampres itu, terkesan menjijikkan dan di luar dari kepantasan,” sesal Ketua DPD KNPI Provinsi Riau, Kakanda Larshen Yunus.
Lebih lanjut, Larshen Yunus menilai bahwa masyarakat datang bukan untuk membuat kericuhan, melainkan hanya karena rasa cinta dan kedekatan emosional terhadap sosok Joko Widodo.
Oleh sebab itu, pendekatan humanis dinilai sangat penting dalam setiap pengamanan kegiatan Tokoh Negara.
“Rakyat itu bukan musuh. Jangan sampai masyarakat yang datang dengan tertib malah diperlakukan seolah-olah mengganggu. Ini harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh pihak terkait,” tambah Ketua KNPI Provinsi Riau itu, dengan nada penuh optimis.
Dirinya berharap agar ke depan seluruh unsur pengamanan dapat lebih santun, Profesional dan tidak menimbulkan kesan intimidatif terhadap masyarakat sipil yang hadir dalam agenda-agenda kenegaraan maupun Kunjungan Tokoh Nasional.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai Kritik yang disampaikan oleh Kakanda Ketua KNPI Riau tersebut.
Larshen Yunus dan sejumlah masyarakat Provinsi Riau tersebut lantas segera bergegas pergi dari Kediaman Jokowi dengan penuh Kekecewaan yang sangat mendalam. (*)



Komentar